Tag Archives: sosialisasi

Pendidikan Keluarga Dalam Pemikiran Ki Hadjar Dewantara

Oleh :  Zaitu Asrilla

Karaktervorming dan Sociale Opvoeding
Berikanlah satu hari kepada Keluarga

Jauh sebelum hingar bingar dan maraknya pemikiran sekolah alternatif homeschooling, sesungguhnya Ki Hadjar Dewantara beberapa dekade lalu sudah memikirkan dengan sungguh-sungguh tentang pendidikan keluarga.

Bagi Ki Hadjar, keluarga yaitu kumpulnya beberapa orang yang terikat oleh satu turunan lalu mengerti dan merasa berdiri sebagai satu gabungan yang khak, pun berkehendak juga bersama-sama memperteguh gabungan itu untuk kemuliaan satu-satunya dan semua anggauta. Di dalam hidup keluarga terdapatlah aturan yang berdasarkan cinta-kasih (yakni Gusti yang tak terlihat), menuju tertib dan damai buat persatuannya, selamat dan bahagia buat masing-masing anggautanya, sedangkan bersatunya keluarga selalu diutamakan.

Continue reading

Advertisements

Leave a comment

Filed under Zedutopia Program Belajar Khusus

Acara Keluarga, Ajang Sosialisasi Anak

Salah satu kritik paling tajam terhadap praktek home schooling adalah kurangnya kesempatan anak untuk bersosialisasi. Hal ini disebabkan karena anak sepanjang waktu lebih banyak menghabiskan interaksinya di rumah bersama orang tua atau tutor. Oleh karenanya, kekurangan ini harus dapat disiasati. Orang tua atau tutor harus dapat menyiapkan program yang dapat memberikan kesempatan pada anak untuk bersosialisasi dengan orang banyak.

Salah satu kegiatan yang paling mudah untuk dilakukan adalah mengajak serta anak ke setiap pertemuan keluarga besar. Sebagai orang Indonesia, tentunya pertemuan keluarga besar bukan hal aneh dan sering dilakukan karena pada dasarnya masyarakat kita adalah masyarakat patembayan. Silaturahim adalah sesuatu yang penting dilaksanakan.
Di dalam acara keluarga, anak belajar untuk berinteraksi dengan orang yang lebih tua seperti paman, bibi, kakek, nenek, bertemu dengan sepupu-sepupu sebaya, berkesempatan untuk bermain dan berkegiatan bersama. Inilah saatnya orang tua melepaskan anak untuk berbaur dan bersosialisasi sendiri.

Orang tua home schooler yang banyak memiliki kesempatan bersosialisasi seperti ini tidak perlu khawatir dengan kemampuan sosialisasi anak, karena akan terasah seiring waktu. Dengan catatan, frekuensi sosialisasinya juga cukup bagi anak untuk mengembangkan keterampilan sosialnya.

Proses ini sebaiknya sudah dimulai sejak anak berusia dini, jauh sebelum anak-anak dapat berbicara. Hal ini dimaksudkan agar anak dapat berlatih mengembangkan keterampilan sosialnya sejak dini dan berlatih untuk memiliki kepercayaan diri ketika berbaur dengan banyak orang.

Leave a comment

Filed under Zedutopia Program Belajar Khusus