Tag Archives: perempuan

Pendidikan Keluarga Dalam Pemikiran Ki Hadjar Dewantara

Oleh :  Zaitu Asrilla

Karaktervorming dan Sociale Opvoeding
Berikanlah satu hari kepada Keluarga

Jauh sebelum hingar bingar dan maraknya pemikiran sekolah alternatif homeschooling, sesungguhnya Ki Hadjar Dewantara beberapa dekade lalu sudah memikirkan dengan sungguh-sungguh tentang pendidikan keluarga.

Bagi Ki Hadjar, keluarga yaitu kumpulnya beberapa orang yang terikat oleh satu turunan lalu mengerti dan merasa berdiri sebagai satu gabungan yang khak, pun berkehendak juga bersama-sama memperteguh gabungan itu untuk kemuliaan satu-satunya dan semua anggauta. Di dalam hidup keluarga terdapatlah aturan yang berdasarkan cinta-kasih (yakni Gusti yang tak terlihat), menuju tertib dan damai buat persatuannya, selamat dan bahagia buat masing-masing anggautanya, sedangkan bersatunya keluarga selalu diutamakan.

Continue reading

Advertisements

Leave a comment

Filed under Zedutopia Program Belajar Khusus

Membangun Hobi Membaca Itu Mudah

Sulitkah membuat anak hobi membaca ? Ternyata tidak ! Membangun hobi membaca pada anak itu mudah.

Hobi membaca pada anak dapat dibangun sejak dini, sejak mereka bayi. Pada saat bayi mulailah memperkenalkan anak pada buku-buku yang berbahan halus seperti bahan kain dengan warna dan gambar-gambar yang cerah.

Ketika anak sudah mulai dapat membaca, biasakan anak untuk mengeksplorasi segala pertanyaan dan rasa ingin tahunya melalui buku. Lebih mudah lagi bila orang tua di rumah juga memiliki budaya membaca.

Ijinkan anak untuk memilih sendiri buku yang menarik minatnya. Ajarkan anak untuk menabung agar dapat membeli buku kesukaannya. Berikan waktu yang leluasa pada anak untuk membaca di rumah.

Satu lagi yang menjadi dilema di era teknologi sekarang ini. Ketika komputer (apapun jenisnya) masuk ke dalam rumah maka akses tak terbatas pada game dan internet tidak terelakkan. Lebih-lebih lagi setelah teknologi tinggi ini terintegrasi pada alat komunikasi semacam HP. Atau komputer tablet yang bisa ditenteng-tenteng kemana-mana dan dapat diakses dengan mudah oleh anak-anak.

Memang, multimedia memberikan kemewahan audiovisual tak berbatas pada anak-anak. Pastinya bentuk audio visual dalam multimedia yang ditampilkan jauh lebih menarik ketimbang deretan kata-kata atau gambar-gambar statis di dalam buku. Namun, tahukah para orang tua bahwa terlalu banyak memberi akses pada anak terhadap gadget multimedia dapat melumpuhkan kreativitas anak ? Membangun rasa malas “berimajinasi” karena tampilan imajinatif tadi sudah ditayangkan begitu rupa dihadapan anak. Anak lebih  banyak belajar untuk “copy paste” ketimbang menggali ide dan gagasannya yang orisinil. Belum lagi masalah efek radiasi barang elektronik dan masalah “backpain” yang sekarang sudah banyak diderita anak-anak.

Maka, buku dari jaman “jadul” yang lahir jauh sebelum teknologi multimedia ditemukan tetap menjadi jawaban ketika seseorang mencari gerbang ilmu pengetahuan. Karena pada saat membaca, otak akan terangsang untuk berpikir dan menganalisa, membayangkan sesuatu yang abstrak. Yang dapat menggali imajinasi dan kreatifitas anak.

Oleh karenanya, membangun hobi baca pada anak tetap menjadi penting. Membangun hobi membaca pada anak adalah dengan mengeksplorasi minat dan rasa ingin tahunya melalui buku, sehingga muncul rasa suka dan kebutuhan untuk mendapatkan jawaban-jawaban melalui buku.

Usaha ini juga menjaga kita para orang tua, agar kita yang hidup dijaman serba online dan multimedia ini tetap ingat bahwa teknologi “tinta dan kertas” yang melahirkan orisinalitas gagasan sehingga lahir teknologi canggih seperti saat ini.

Penulis, Asrillanoor.

 

Leave a comment

Filed under Zedutopia Program Belajar Khusus

PROFESI EKSKLUSIF : IBU RUMAH TANGGA

Ibu rumah tangga, sebuah profesi yang seringkali diabaikan karena dianggap tidak memberikan kontribusi ekonomi di dalam sebuah keluarga. Keberadaan profesi ibu rumah tangga beserta hak dan kewajibannya dianggap sebagai suatu “hukum alam” yang secara “alamiah” memang harus dikerjakan oleh ibu rumah tangga.

Profesi ibu rumah tangga memegang peranan sangat penting di dalam keluarga. Bayangkan, segala macam pekerjaan mulai dari urusan dapur, mengasuh dan mendidik anak, melayani kebutuhan suami dan keluarga , mengasuh dan merawat anak, hingga urusan-urusan bertetangga dan keluarga besar lainnya.

Tingkat ekonomi suatu keluarga akan sangat berpengaruh pada berat ringannya pekerjaan ibu rumah tangga. Keluarga yang memiliki penghasilan cukup biasanya mampu membagi tugas-tugas rumah tangga dengan membayar pekerja rumah tangga yang dapat meringankan beban kerja ibu rumah tangga. Walaupun demikikan hal ini tidak mutlak, karena mencari pekerja rumah tangga yang baik dan jujur bukanlah perkara mudah dan harus diiringi kesabaran dan pengertian membina pekerja yang ditempatkan di dalam rumah.

Keadaan menjadi lebih sulit bagi keluarga dengan penghasilan pas-pasan dan kurang. Karena tidak ada budget tambahan untuk membayar pekerja maka pekerjaan rumah tangga akan jatuh pada ibu rumah tangga yang biasanya memilih untuk di rumah. Apalagi dengan kondisi ekonomi akhir-akhir ini yang membuat ruang gerak ibu rumah tangga semakin sempit. Kenaikan harga sembako dan transportasi tidak diiringi dengan kenaikan pendapatan keluarga. Akibatnya, ibu rumah tangga mengalami beban kerja yang menumpuk dan dirunding masalah ekonomi. Masalahnya, pekerjaan rumah tangga tidak dapat dielakkan karena merupakan bagian tanggung jawab ibu rumah tangga untuk merawat keluarganya.

Seringkali, keluhan ibu rumah tangga akan berat beban kerja ditimpali dengan nasehat agar sabar, lapang dada dan menerima nasib. Satu pihak, nasehat ini tidak keliru tetapi tidak memberikan solusi atas masalah yang dialami oleh ibu rumah tangga. Seharusnya, profesi ibu rumah tangga memiliki nilai produktivitas, ekonomis dan edukasi terhadap keluarga, sehingga tenaga dan pikiran yang dicurahkan oleh ibu rumah tangga kepada keluarganya tidak terbuang percuma sehingga hanya menjadi sebuah rutinitas yang melelahkan belaka.

Profesi ibu rumah tangga harus diolah secara cerdas sehingga pelakunya tidak hanya merasa dieksploitasi oleh keluarga tetapi juga mendapat manfaat meteril dan imateril dari profesinya. Apabila ibu rumah tangga mampu memainkan peranan produktif,ekonomis dan edukatif di dalam keluarnya maka profesi ibu rumah tangga tidak hanya mampu mengurangi beban ekonomi keluarga sebaliknya memberikan nilai plus ekonomi dalam keluarga.

Tidak dapat dipungkiri, keluarga adalah sebuah tim. Didalam tim yang sukses diperlukan suatu kerja sama yang baik. Peran suami dan anak perlu diberdayakan dan dioptimalkan. Dalam hal ini, ibu rumah tangga harus mampu menjadi fasilitator bagi anak-anak, suami, keluarga dan lingkungannya untuk menciptakan tim yang dapat bahu membahu bekerja sama mewujudkan keluarga yang produktif, ekonomis dan edukatif.

Asrillanoor, Penulis

Leave a comment

Filed under Uncategorized