Tag Archives: pembiasaan

Pendidikan Keluarga Dalam Pemikiran Ki Hadjar Dewantara

Oleh :  Zaitu Asrilla

Karaktervorming dan Sociale Opvoeding
Berikanlah satu hari kepada Keluarga

Jauh sebelum hingar bingar dan maraknya pemikiran sekolah alternatif homeschooling, sesungguhnya Ki Hadjar Dewantara beberapa dekade lalu sudah memikirkan dengan sungguh-sungguh tentang pendidikan keluarga.

Bagi Ki Hadjar, keluarga yaitu kumpulnya beberapa orang yang terikat oleh satu turunan lalu mengerti dan merasa berdiri sebagai satu gabungan yang khak, pun berkehendak juga bersama-sama memperteguh gabungan itu untuk kemuliaan satu-satunya dan semua anggauta. Di dalam hidup keluarga terdapatlah aturan yang berdasarkan cinta-kasih (yakni Gusti yang tak terlihat), menuju tertib dan damai buat persatuannya, selamat dan bahagia buat masing-masing anggautanya, sedangkan bersatunya keluarga selalu diutamakan.

Continue reading

Advertisements

Leave a comment

Filed under Zedutopia Program Belajar Khusus

Latihan Perilaku Membentuk Akhlak Mulia

Wacana tentang pendidikan karakter telah menjadi perbincangan luas di dunia pendidikan, khususnya pendidikan anak. Bila kita sebagai pendidik ingin anak-anak kita memiliki akhlak yang baik hal utama yang terlebih dahulu harus dilakukan adalah menerapkan perilaku tersebut kepada diri kita sendiri. Sebab anak-anak usia dini belajar dengan cara meniru atau mencontoh perilaku  orang dewasa yang ada di sekitarnya. Oleh karenanya orang tua, guru dan pengasuh adalah role model atau teladan bagi anak yang perilakunya akan ditiru oleh anak.

Membentuk akhlak mulia bukanlah sesuatu yang sulit. Bila diterapkan pada anak usia dini, anda tidak perlu menjelaskan terlalu rumit dan panjang lebar pada anak. Penerapannya  mudah. Lakukan saja perilaku yang kita harapkan dilakukan anak, kemudian minta mereka atau tunggu mereka mengikuti perilaku yang kita contohkan tadi. Lakukan berulang-ulang secara intensif hingga perilaku tersebut melekat pada diri anak. Ingatkan anak bila anak lupa. Bagaimana cara mengetahui bahwa perilaku positif tadi sudah terbentuk ? Silahkan observasi kebiasaan anak. Bila perilakunya sudah terbentuk maka otomatis anak akan memperlihatkan perilaku tersebut pada saatnya. Perilaku anak terbentuk karena rutinitas. Semakin dini pembentukan perilaku, semakin mudah menjadikan perilakunya sebagai rutinitas.

Contoh, bila anak sudah terbiasa membuang bekas makannya atau minumnya ke tempat sampah, maka setiap kali habis makan dan minum, mereka akan otomatis mencari tempat sampah.

Penting untuk diingat bagi orang dewasa, jangan melakukan pelanggaran di depan anak. Sebab, pelanggaran akan merusak rutinitas anak dan membentuk perilaku sebaliknya. Anda harus mulai dai awal kembali apabila rutinitas anak yang sudah terbentuk rusak.

Dibawah ini saya cantumkan beberapa perilaku yang dapat dibentuk oleh orang tua dirumah atau pengasuh dan guru disekolah agar kelak anak memiliki akhlak mulia.

a. Mengucap salam keluar masuk rumah

b. Bersalaman kepada orang yang lebih tua saat masuk keluar rumah

c. Menata alas kaki di tempatnya

d. Membuang sampah pada tempatnya

e. Meminta maaf bila salah dan bertanggung jawab atas kesalahannya. Misalnya, menumpahkan minuman. Contohkan anak untuk meminta maaf dan ajari anak untuk melap tumpahan minuman

f. Mau berteman dengan siapa saja, tidak bermusuhan

g. Tidak menggunakan kata-kata kotor

i. Bisa melakukan kebutuhannya sendiri tanpa menyuruh orang lain sesuai usianya

 

Leave a comment

Filed under Zedutopia Program Belajar Khusus