Tag Archives: parenting

Image

Zedutopia – Program Belajar Khusus

zedutopia (2)

Advertisements

Belajar Bareng Dengan Santri Anak Jalanan

IMG_20141207_111601

Berbagi, punya banyak bentuk kegiatan. Salah satunya yang sudah dilakukan oleh Ms.Sharon (Family Care Indonesia) dan Ibu Asrilla (Zairahaes Foundation) dengan Yayasan Pazki. Yayasan Pazki mengasuh dan membina anak-anak jalanan mendapat pendidikan dan keterampilan agar tidak kembali ke jalan. Dalam kesempatan ini Ms. Sharon mengajarkan bagaimana melatih anak-anak usia dini dengan metode Glenn Doman. Sementara ibu Asrilla memaparkan cara bermain sambil belajar untuk anak-anak usia dini. Diharapkan anak-anak yang lebih besar dapat menjadi tutor sebaya bagi adik-adiknya yang masih berusia dini.

 

Pendidikan Keluarga Dalam Pemikiran Ki Hadjar Dewantara

Oleh :  Zaitu Asrilla

Karaktervorming dan Sociale Opvoeding
Berikanlah satu hari kepada Keluarga

Jauh sebelum hingar bingar dan maraknya pemikiran sekolah alternatif homeschooling, sesungguhnya Ki Hadjar Dewantara beberapa dekade lalu sudah memikirkan dengan sungguh-sungguh tentang pendidikan keluarga.

Bagi Ki Hadjar, keluarga yaitu kumpulnya beberapa orang yang terikat oleh satu turunan lalu mengerti dan merasa berdiri sebagai satu gabungan yang khak, pun berkehendak juga bersama-sama memperteguh gabungan itu untuk kemuliaan satu-satunya dan semua anggauta. Di dalam hidup keluarga terdapatlah aturan yang berdasarkan cinta-kasih (yakni Gusti yang tak terlihat), menuju tertib dan damai buat persatuannya, selamat dan bahagia buat masing-masing anggautanya, sedangkan bersatunya keluarga selalu diutamakan.

Continue reading

Egosentris Anak Batita

Oleh : Zaitu Asrilla

Periode usia 18 bulan hingga 24 bulan adalah masa-masa yang sangat menakjubkan. Ada banyak kejutan yang ditampilkan si kecil dalam setiap perilakunya, termasuk perilaku cerdas yang menjengkelkan. Memasuki usia 18 bulan, si batita sudah mulai menunjukkan ke-Aku-annya. Mereka bahkan sudah mulai memperlihatkan rasa kepemilikan terutama terhadap orang terdekat atau mainan kesayangannya.

Si batita akan mulai menunjukkan keinginan dan berkeras terhadap keinginan tersebut terutama bila keinginannya dihalangi. Tak jarang, tantrum terjadi akibat si kecil gagal mendapatkan apa yang diinginkannya. Buat si batita, semua hal terpusat pada dirinya, terutama perhatian ibunya. Tak jarang si kecil marah atau menangis bila ibu berdekatan dengan anak lain atau memberikan perhatian lebih pada kakaknya atau anggota keluarga lain. Si batita masih jarang mau berbagi dan dapat menunjukkan rasa marah jika ada orang lain yang ingin ikut memainkan mainannya.

Periode ini akan terlampaui dengan sendirinya dan anak akan belajar berbagi jika orang tua dan anggota keluarga lainnya rajin memberikan stimulasi sosial dan mengajarkan anak berbagi. Bahaya terjadi apabila orang tua tidak memberi kesempatan anak untuk bersosialisasi dan menjadikan anak “center of the universe” dalam periode yang panjang. Bila hal demikian terjadi, egosentris anak akan terpupuk hingga usia lebih besar dan dapat membentuk anak menjadi pribadi yang egois. Oleh karenanya, walaupun periode egosentris adalah alami dilampaui pada masa batita, stimulus sosial yang mengajarkan batita untuk berbagi tetap harus dilakukan agar anak dapat belajar berbagi dan memiliki keterampilan sosial sesuai dengan usianya.

Indikator Perilaku Akhlak Mulia (2-3 Tahun)

Indikator Perilaku Akhlak Mulia Untuk Usia 2-3 Tahun

1. Memberi salam pada guru, pengasuh dan teman saat datang dan pergi

2. Bersedia belajar membuang sampah pada tempatnya (dengan bantuan)

3. Mengembalikan mainan pada tempatnya setelah bermain (dengan bantuan)

4. Menyusun sepatu/sandal di rak sepatu saat masuk rumah (dengan bantuan)

5. Temper tantrum berkurang ketika ditinggal oleh ibu/pengasuh (menunjukkan frekuensi penurunan tantrum)

6. Menaruh atau memberikan barang dengan sopan tanpa dilempar

7. Frekuensi agresifitas (mendorong, melempar, menggigit) berkurang hingga hilang sama sekali

8. Bersedia belajar makan sendiri

Diadaptasi dari berbagai sumber.