Tag Archives: main

Pendidikan Keluarga Dalam Pemikiran Ki Hadjar Dewantara

Oleh :  Zaitu Asrilla

Karaktervorming dan Sociale Opvoeding
Berikanlah satu hari kepada Keluarga

Jauh sebelum hingar bingar dan maraknya pemikiran sekolah alternatif homeschooling, sesungguhnya Ki Hadjar Dewantara beberapa dekade lalu sudah memikirkan dengan sungguh-sungguh tentang pendidikan keluarga.

Bagi Ki Hadjar, keluarga yaitu kumpulnya beberapa orang yang terikat oleh satu turunan lalu mengerti dan merasa berdiri sebagai satu gabungan yang khak, pun berkehendak juga bersama-sama memperteguh gabungan itu untuk kemuliaan satu-satunya dan semua anggauta. Di dalam hidup keluarga terdapatlah aturan yang berdasarkan cinta-kasih (yakni Gusti yang tak terlihat), menuju tertib dan damai buat persatuannya, selamat dan bahagia buat masing-masing anggautanya, sedangkan bersatunya keluarga selalu diutamakan.

Continue reading

Advertisements

Leave a comment

Filed under Zedutopia Program Belajar Khusus

Main Air Banjir

main banjir 2main banjir 1

Ada sisi lain yang menarik untuk dicermati dari bencana banjir yang menimpa Jakarta, Kamis 17 Januari 2013 ini. Anak-anak dapat menikmati air sebagai media bermain. Sesaat rasanya senang melihat anak-anak dapat menikmati fasilitas rekreasi air gratis ini. Tetapi kalau kita renungkan lebih dalam, mengapa anak-anak ini “nekat” bermain di air yang notabene kotor dan penuh dengan sumber penyakit ini ?  Mengapa orang tua dan orang dewasa di sekitarnya membiarkan tingkah polah mereka ini ?  Ada apa dengan kesadaran kebersihan masyarakat kita ?

Masyarakat yang memiliki tingkat kesadaran kebersihan yang baik semestinya melarang anak-anak mereka untuk “nyemplung” dan berkotor-kotor ria di air banjir.  Namun tampaknya kesadaran tentang sanitasi sudah menjadi prioritas kesekian, mereka lebih memilih memenuhi hasrat bermain dan rekreasi untuk sekedar bersenang-senang sesaat dengan resiko sakit setelah bermain di air banjir yang kotor.

Jika dicermati lebih dalam memang ruang rekreasi untuk anak di Jakarta ini sangat minim. Kalaupun ada bersifat eksklusif, indoor atau mematok biaya yang mahal tak terjangkau oleh kantong masyarakat ekonomi lemah. Akibatnya, hasrat terpendam untuk dapat bersenang-senang bermain dengan permainan air terpenuhi pada saat banjir. Ironis jadinya, karena air banjir pastinya membawa penyakit.

Lagi-lagi kenyataan di depan mata memaparkan bahwa Jakarta memang bukan ruang yang ramah buat anak-anak. Ruang terbuka hijau yang jadi hak anak-anak untuk bermain sangat sulit ditemukan. Sekalinya ada fasilitas bermain air, harus menunggu banjir. Menyedihkan……:(

Leave a comment

Filed under Zedutopia Program Belajar Khusus