Tag Archives: belajar

Image

Zedutopia – Program Belajar Khusus

zedutopia (2)

Advertisements

Teachers Training for Early Childhood Center

paket pelatihan guru paudPlease, contact +628176978136

Membimbing Yang Lebih Muda

Hal yang sangat mungkin dilakukan dalam sekolah rumah adalah interaksi antara anak-anak dengan rentang usia berbeda dan membuka peluang bagi anak dengan usia lebih tua untuk “membimbing” anak-anak dengan usia yang lebih muda. #mixagedcombinegroup
2014-03-17 14.55.37

Mengapa Memilih Homeschooling ?

Pertanyaan besar yang sering saya ajukan ketika ada orang bertanya mengenai homeschooling adalah : mengapa ayahbunda tertarik dengan homeschooling ?

Ada banyak alasan mengapa seseorang memilih homeschooling untuk pendidikan anak-anaknya. Saya pribadi memilih homeschooling untuk anak saya dalam rentang waktu “golden age”nya karena secara teoritik dan alamiah kebutuhan sosial terpenting anak di usia emas adalah orang tua dan keluarga intinya. Kedekatan anak dengan orang tua dan keluarganya membentuk kepercayaan diri anak dan mempertinggi self-esteemnya. Sederhananya, anak merasa disayang, merasa aman, merasa dalam lingkungan yang mendukungnya. Rasa aman dan kepercayan dirinya akan terbawa hingga memasuki usia kanak-kanak dan usia remaja sehingga dia akan lebih mudah bersosialisasi. Dan cukup terbukti pada perkembangan kedua anak saya yang cukup mudah bersosialisasi, tidak  cengeng dan mandiri selama periode masa emas mereka.

Alasan di atas adalah alasan pribadi yang bersifat subjektif. Dan memang hampir semua alasan orang tua memilih homeschooling untuk anaknya adalah karena alasan subjektif yang didasari pada kebutuhan masing-masing anak dan orang tua. Homeschooling memiliki konsekuensi-konsekuensi logis yang harus dipikirkan matang oleh orang tua karena keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak jauh lebih intens dan dalam, ketimbang jika anak bersekolah di sekolah formal. Kondisi-kondisi orang tua juga ikut berperan pada pilihan-pilihan tersebut. Jika orang tua merasa mampu untuk terlibat dalam mempersiapkan, melaksanakan, mengevaluasi kegiatan pembelajaran secara mandiri bagi anak-anaknya, maka homeschooling tunggal bisa dipertimbangkan untuk dilakukan. Namun, jika orang tua menyadari keterbatasan-keterbatasannya misalnya keterbatasan waktu atau keterbatasan kemampuan maka anak-anak bersekolah di sekolah formal atau dalam kondisi-kondisi tertentu dapat bergabung dalam homeschooling majemuk atau homeschooling komunitas.

Homeschooling bisa jadi lahir untuk menjawab kebutuhan-kebutuhan pendidikan anak yang tidak selamanya mampu dijawab oleh model pendidikan formal yang sudah ada. Awalnya homeschooling lahir dari keluarga-keluarga yang berusaha menjawab tantangan dunia pendidikan yang semakin beragam. Dengan berbagai varian metode dan model, homeschooling menjadi sebuah model pendidikan alternatif yang lahir dari keluarga untuk keluarga, dari masyarakat untuk masyarakat. Sehingga kembali pada alasan mengapa memilih homeschooling, keputusan harus lahir dari sebuah kesadaran tinggi terhadap kebutuhan pendidikan anak dan keluarga, memilah dan menimbang kelebihan dan kelemahannya, cocok atau tidak dengan gaya belajar dan kepribadian anak, sehingga homeschooling tidak dilihat salah kaprah sebagai bentuk trend pendidikan, namun merupakan sebuah pilihan logis dalam memilih bentuk pendidikan sebagai bekal masa depan anak.

Zaitu Asrilla, penggiat homeschooling

Pendidikan Keluarga Dalam Pemikiran Ki Hadjar Dewantara

Oleh :  Zaitu Asrilla

Karaktervorming dan Sociale Opvoeding
Berikanlah satu hari kepada Keluarga

Jauh sebelum hingar bingar dan maraknya pemikiran sekolah alternatif homeschooling, sesungguhnya Ki Hadjar Dewantara beberapa dekade lalu sudah memikirkan dengan sungguh-sungguh tentang pendidikan keluarga.

Bagi Ki Hadjar, keluarga yaitu kumpulnya beberapa orang yang terikat oleh satu turunan lalu mengerti dan merasa berdiri sebagai satu gabungan yang khak, pun berkehendak juga bersama-sama memperteguh gabungan itu untuk kemuliaan satu-satunya dan semua anggauta. Di dalam hidup keluarga terdapatlah aturan yang berdasarkan cinta-kasih (yakni Gusti yang tak terlihat), menuju tertib dan damai buat persatuannya, selamat dan bahagia buat masing-masing anggautanya, sedangkan bersatunya keluarga selalu diutamakan.

Continue reading