RSS

Roti

Anda tahu roti ? Roti itu sejenis makanan yang dibuat dari tepung terigu, air dan difermentasikan dengan ragi. Bisa jadi campurannya ditambah dengan garam, minyak, mentega dan telur. Roti yang saya maksud kali ini adalah roti tawar. Dan anda tahu, roti ini adalah sahabat saya dimalam-malam begadang yang kelaparan hehehehe.

pandri-16.blogspot.com

Minggu-minggu awal setelah melahirkan adalah masa-masa tangguh yang diwarnai dengan begadang dan menyusui, sambil recovery. Malamnya adalah masa-masa lapar ! Dan roti itu yang jadi sahabat saya mengganjal perut yang kelaparan. Cepat dan praktis pembuatannya. Tidak perlu digoreng,memanaskan minyak atau mengiris bawang. Cukup oleh-oles selai atau tabur mesis. Selesai, langsung lahap.

Begitu juga saat ini, di masa-masa tenggat waktu untuk memenuhi tuntutan studi yang selalu menghantui…OMG, ternyata waktu berjalan begitu cepat dan saya sudah layak dapat gelar mahasiswa abadi. Alasannya, habis melahirkan dan menyusui eksklusif (alibi mahasiswa ibu-ibu yang malas hehehe).

Jadi, karena tulisan ini juga sedikit curcol saya mau cerita sedikit soal roti. Roti ini bisa jadi istilah. Roti, bisa jadi istilah untuk menunjuk berbagai macam kue dari bahasa daerah tertentu. Biskuit, cake, roti manis, roti tawar, taart, semua disebut roti. Saya sempat pernah keder gara-gara istilah ini. Salah satu teman bercerita tentang betapa enaknya roti yang kemarin dia beli dengan harga satu potongnya dua puluh ribu rupiah. Dia bercerita sambil memperagakan betapa lembut si roti itu. Saya berpikir keras. Roti macam apa yang satu potongnya berharga dua puluh ribu rupiah ?. Akhirnya petunjuk itu datang juga, setelah ia menunjukkan potongan roti tersebut di lemari pendingin. Sepotong Tiramisu…hmmmm.

heavenlytiramisu.com

Anyway, kembali pada roti tawar sahabat saya pada malam-malam begadang ini. Jadi, roti tawar yang saya ceritakan tadi betul-betul roti dalam istilah sesungguhnya. Dan menjadi penawar lapar yang paling praktis. Yah, sekedar sharing. Buat teman-teman yang sedang senasib sepenanggungan, saya cuma mau bilang, “Sediakanlah roti buat begadang, supaya kalau lapar langsung bisa dimakan dan bikin kenyang sehingga kita jauh-jauh dari kena maag”.

Salam semangat !

Asrillanoor

 
Leave a comment

Posted by on April 27, 2012 in Kontemplasi

 

Tags: , ,

Membangun Hobi Membaca Itu Mudah

Sulitkah membuat anak hobi membaca ? Ternyata tidak ! Membangun hobi membaca pada anak itu mudah.

Hobi membaca pada anak dapat dibangun sejak dini, sejak mereka bayi. Pada saat bayi mulailah memperkenalkan anak pada buku-buku yang berbahan halus seperti bahan kain dengan warna dan gambar-gambar yang cerah.

Ketika anak sudah mulai dapat membaca, biasakan anak untuk mengeksplorasi segala pertanyaan dan rasa ingin tahunya melalui buku. Lebih mudah lagi bila orang tua di rumah juga memiliki budaya membaca.

Ijinkan anak untuk memilih sendiri buku yang menarik minatnya. Ajarkan anak untuk menabung agar dapat membeli buku kesukaannya. Berikan waktu yang leluasa pada anak untuk membaca di rumah.

Satu lagi yang menjadi dilema di era teknologi sekarang ini. Ketika komputer (apapun jenisnya) masuk ke dalam rumah maka akses tak terbatas pada game dan internet tidak terelakkan. Lebih-lebih lagi setelah teknologi tinggi ini terintegrasi pada alat komunikasi semacam HP. Atau komputer tablet yang bisa ditenteng-tenteng kemana-mana dan dapat diakses dengan mudah oleh anak-anak.

Memang, multimedia memberikan kemewahan audiovisual tak berbatas pada anak-anak. Pastinya bentuk audio visual dalam multimedia yang ditampilkan jauh lebih menarik ketimbang deretan kata-kata atau gambar-gambar statis di dalam buku. Namun, tahukah para orang tua bahwa terlalu banyak memberi akses pada anak terhadap gadget multimedia dapat melumpuhkan kreativitas anak ? Membangun rasa malas “berimajinasi” karena tampilan imajinatif tadi sudah ditayangkan begitu rupa dihadapan anak. Anak lebih  banyak belajar untuk “copy paste” ketimbang menggali ide dan gagasannya yang orisinil. Belum lagi masalah efek radiasi barang elektronik dan masalah “backpain” yang sekarang sudah banyak diderita anak-anak.

Maka, buku dari jaman “jadul” yang lahir jauh sebelum teknologi multimedia ditemukan tetap menjadi jawaban ketika seseorang mencari gerbang ilmu pengetahuan. Karena pada saat membaca, otak akan terangsang untuk berpikir dan menganalisa, membayangkan sesuatu yang abstrak. Yang dapat menggali imajinasi dan kreatifitas anak.

Oleh karenanya, membangun hobi baca pada anak tetap menjadi penting. Membangun hobi membaca pada anak adalah dengan mengeksplorasi minat dan rasa ingin tahunya melalui buku, sehingga muncul rasa suka dan kebutuhan untuk mendapatkan jawaban-jawaban melalui buku.

Usaha ini juga menjaga kita para orang tua, agar kita yang hidup dijaman serba online dan multimedia ini tetap ingat bahwa teknologi “tinta dan kertas” yang melahirkan orisinalitas gagasan sehingga lahir teknologi canggih seperti saat ini.

Penulis, Asrillanoor.

 

 
Leave a comment

Posted by on April 8, 2012 in Pernik Keluarga

 

Tags: , ,

Peran Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia Dalam Pendidikan Bilingual

Tampaknya sudah menjadi tuntutan abad-21 bahwa kemampuan berbahasa Inggris seseorang sangat penting. Hal ini membuat orang tua sangat antusias memaksimalkan kemampuan bahasa Inggris anak sedini mungkin, terutama di sekolah. Ditambah lagi munculnya berbagai sekolah bilingual yang menawarkan program berbahasa inggris dalam seluruh pengajarannya. Fenomena berbahasa Inggris di sekolah ini kemudian membuat Bahasa Indonesia sebagai bahasa ibu dan bahasa pertama terabaikan, tidak hanya oleh pihak sekolah, tetapi juga oleh orang tua. Jika demikian, apakah program pendidikan bilingual yang ada saat ini sudah benar? Apakah Bahasa Inggris lebih penting daripada Bahasa Indonesia?

Subtractive dan Additive Program.

Menurut Dr. David Freeman, Professor of Curriculum and Instruction, dan Dr. Yvonne Freeman, Professor of Bilingual Education dari Amerika Serikat, ada dua tipe program bilingual, subtractive dan additive program.

Substractive programs adalah program pendidikan di mana semua instruksi disampaikan dalam bahasa Inggris. Penggunaan bahasa pertama digantikan sepenuhnya oleh Bahasa Inggris. Kebanyakan sekolah-sekolah bilingual di Indonesia menerapkan program ini.

Sementara pada additive programs, proses pembelajaran dilakukan dalam bahasa pertama anak maupun bahasa asing. Fokusnya adalah mengembangkan keterampilan berbahasa akademik anak, baik itu dalam Bahasa Inggris dan juga Bahasa Indonesia. Dengan demikian, anak bukan hanya didorong untuk menguasai Bahasa Inggris dengan baik, tetapi juga menguatkan kemampuan berbahasa Indonesia. Sama Pentingnya. Risiko dari program substractive adalah keterampilan berbahasa pertama anak menjadi berkurang. Tidak hanya itu, perkembangan akademik anak pun tetap di bawah standar, meskipun penguasaan Bahasa Inggrisnya bagus. Anak tidak menguasai keterampilan berbahasa secara akademik dalam bahasa pertamanya. Padahal menurut Freeman, bahasa pertama penting untuk membentuk konsep, terutama dalam hal akademik. Jika anak sudah paham konsep, maka anak akan lebih mudah belajar bahasa asing. Anak tinggal mentransfer konsep tersebut ke dalam bahasa asing.

Freeman juga menjelaskan riset dari Thomas&Collier tahun 1997 terhadap pelajar di Amerika Serikat. Hasil riset tersebut menunjukkan anak-anak yang belajar dengan program pendidikan additive memiliki tingkat akademik yang lebih tinggi dibandingkan dengan anak lain yang mengikuti program substractive. Tingkat akademik ini pun berjalan seimbang, baik dengan menggunakan bahasa pertama maupun bahasa asing. Pada awal pendidikan, anak dengan program substractive memang menunjukkan kemampuan yang ‘lebih’, namun ketika anak memasuki tingkat pendidikan yang lebih tinggi, kemampuan akademiknya pun menurun. Hal ini dikarenakan konsep akademik yang dimiliki anak dengan program substractive tidak sekuat anak dengan program additive.

Menurut suami-istri Freeman, anak hanya butuh waktu dua tahun untuk belajar social language atau bahasa percakapan sehari-hari, sedangkan untuk academic language atau kemampuan bahasa akademik (kemampuan anak membaca, menulis, berpikir dan memahami sesuatu), anak membutuhkan waktu 4 – 9 tahun untuk belajar.

Sumber : http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Psikologi/peran.bahasa.inggris.dan.bahasa.indonesia.dalam.pendidikan.bilingual/001/007/260/4/pendidikan/Balita/04/5

 
Leave a comment

Posted by on April 3, 2012 in Artikel

 

Tags: , , ,

Kenali pribadi anak

Semua bayi dilahirkan ‘sepaket’ dengan sifat yang mencerminkan kepribadian tertentu, dan sifat yang dibawa si kecil inilah yang akan membantu Anda memahami apakah ia tertawa atau menangis begitu wajahnya berubah, atau bisa menentukan seberapa cepat ia bisa berjalan.Tapi, semua itu hanya sebagian dari dirinya. Sebagian lagi adalah bagaimana cara Anda merespon terhadap kecenderungan sifat uniknya. Misalnya, si kecil agak pemalu. Bila Anda memberi anak kesempatan untuk melakukan ‘pemanasan’ sebelum oom dan tante datang, bisa-bisa mereka susah pulang karena si kecil masih sibuk menggoda mereka dengan bunyi-bunyian atau mimik lucu.
Para peneliti yakin, setiap anak memulai kehidupan dengan ‘warisan’, berupa sembilan sifat. Combo sifat yang dibawa si kecil akan membuatnya berada dalam satu dari tiga kategori ini: easy, slow to warm up, dan challenging baby.

Jangan panik dulu! Walau Anda tidak bisa mengubah sifat si kecil, Anda bisa kok membantunya menggali seluruh potensi dalam diri dengan cara memberinya kesempatan untuk mengenali dan menemukan apa yang terbaik baginya.

Seberapa cepat Anda bisa mengetahui sifat bayi Anda? Beberapa sifat tampak jelas sejak lahir; sedangkan sifat lain akan terlihat pada usia tiga atau empat bulan. Bahkan, ada beberapa sifat yang intensitasnya bertambah secara perlahan-lahan. Misalnya, anak tidak lagi terlalu mudah mengamuk saat frustrasi setelah rasa percaya dirinya bertambah. Bahkan sifat yang paling menantang sekalipun tak terlalu jadi masalah begitu anak belajar menghadapi sisi positif-negatif dari kehidupan dan menemukan apa yang membuatnya bahagia (tentunya dengan dukungan dan bimbingan Anda).

Berikut kiat mengenali pribadi anak, plus cara memaksimalkannya:

Tingkat aktivitas

Perhatikan: Apakah bayi Anda cukup puas melihat dunia dari kursi bayinya? Ataukah ia membuat ‘acara’ ganti popok menjadi ajang gulat?

Cara menghadapi: Kalau dia memiliki tingkat aktivitas yang rendah, jangan melimpahinya dengan seabrek permainan fisik. Berikan ia banyak pilihan – mainan yang digantung di atas boks atau mainan yang disematkan pada bar stroller – untuk membuatnya tetap termotivasi.

Sebaliknya, bayi super aktif punya toleransi yang tinggi terhadap rangsangan. Ia bisa menguasai keterampilan motorik kasar, seperti berjalan, lebih cepat dari bayi lain.

Negatifnya: Anda harus terus-terusan menjaga keamanannya karena bayi Anda lebih rentan mendapat masalah ketimbang bayi yang pasif. Misalnya, begitu ia piawai berguling-guling, singkirkan semua ornamen di sekeliling boks atau jangan pernah meninggalkannya tanpa pengawasan ketika duduk di kursi. Bukan tak mungkin ia akan ‘sukses’ terjatuh ke lantai. Tapi, inilah sisi positifnya: Ia bisa menjadi tukang tidur yang baik, karena seluruh aksinya membuatnya amat kelelahan!

Keteraturan

Perhatikan: Apakah si kecil tidur, makan, dan bahkan pup sesuai jadwal? Atau ia selalu menentang setiap usaha Anda untuk menetapkan rutinitas?

Cara menghadapi: Untuk bayi yang seakan-akan punya jadwal sendiri, sebisa mungkin susun jadwal sesuai kebiasaannya dan ia akan membuat hidup Anda jauh lebih mudah. Kalau sudah lebih besar, ia bisa menoleransi jika waktu tidur siangnya sesekali terlewat.
Jika ia termasuk yang sulit ditebak, jangan terlalu kaku sebab bisa-bisa Anda malah frustrasi nantinya. Tak perlu terlalu bernafsu membuat jadwal untuknya, tapi sisipkan elemen-elemen yang rutin harus dilakukan anak setiap harinya. Misalnya, menyusu di kursi yang sama. Yang jelas, Anda harus tegas mengenai waktu tidur – bayi-bayi tipe ini tetap harus beristirahat dan bisa super marah kalau sampai melewatkannya.

Kemampuan bersosialisasi

Perhatikan: Apakah bayi tersenyum dan ‘berceloteh’ terhadap siapapun yang menggendongnya? Atau, ia selalu cemas terhadap orang asing, dan menolak dipeluk (bahkan oleh neneknya sendiri)?

Cara menghadapi: Kalau si kecil termasuk bayi sosial, berikan kesempatan baginya untuk berinteraksi dengan orang lain – bergabung dengan playgroup, jalan-jalan keliling kompleks, atau bawalah ketika berbelanja.

Jangan paksakan bayi yang pemalu ‘masuk’ ke situasi yang asing. Biarkan ia dekat-dekat dengan Anda sampai ia menunjukkan sinyal kalau sudah siap berinteraksi (misalnya mengeluarkan suara-suara pada orang lain), atau, kalau sudah lebih besar, akan mencoba membebaskan diri dari pangkuan dan merangkak ke sana-sini. Jangan khawatir: Walau ia sedikit tertutup, ia akan tetap memiliki teman-teman, kok (tapi dengan temponya sendiri).

Bahkan bayi yang paling ramah sekalipun akan mengalami tahap clingy (tak mau lepas dari orangtua atau dikenal sebagai tahap kecemasan terhadap orang asing), yaitu saat usianya menginjak sembilan bulan. Secara perlahan-lahan tahap ini akan menghilang pada usia 18 bulan.

Kemampuan beradaptasi

Perhatikan: Apakah si kecil mudah beradaptasi? Atau ia menolak tidur di manapun selain boksnya dan memuntahkan makanan baru yang Anda suapkan padanya?

Cara menghadapi:  Bayi-bayi yang mudah beradaptasi mampu menerima perubahan dan orang-orang baru dalam kehidupan mereka. Bepergian biasanya bukan masalah bagi tipe kepribadian ini. Ia bisa tidur nyenyak di kamar hotel  semudah ia tidur di kamarnya sendiri. Nikmati fleksibilitas yang dimilikinya, tapi jangan dimanfaatkan, ya. Walau ia cepat akrab dengan babysitter baru, misalnya, pastikan mereka sedang bermain bersama sebelum Anda pergi meninggalkannya.

Kalau bayi Anda tidak terlalu fleksibel, perkenalkan hal-hal baru dalam hidupnya secara pelan-pelan. Perubahan yang tampaknya sepele, seperti Anda mengganti kacamata, bisa membuatnya takut. Jika Anda hendak bepergian, bawa benda-benda yang akrab dengannya, seperti selimut, buku, dan mainan favorit, sehingga ia tetap ingat rumah.

Intensitas

Perhatikan: Apakah bayi akan mengungkapkan perasaannya tanpa ditahan-tahan, seperti menangis keras-keras, sehingga mengguncang dunia? Ataukah ia cenderung merengek-rengek begitu ada yang mengganggu?

Cara menghadapi: Walau Anda ingin menenangkan setiap tangisan ratu drama cilik Anda, jangan merasa bersalah ketika Anda tidak bisa melakukannya. Ini hanya persoalan seberapa kuat si kecil akan menunjukkan perasaannya. Kalau Anda tidak tahan lagi, letakkan dia di boks dan menyendirilah. Camkan: Suatu hari, intensitas perasaan yang sama ini mungkin akan menjadikannya murid yang cemerlang, karena ia mencurahkan seluruh energi untuk pelajaran.

Hidup mungkin tampak mudah dengan bayi yang tidak mudah mengekspresikan diri, tapi Anda harus bekerja lebih keras untuk memahami apa yang ada di dalam benaknya. Perhatikan betul (kerutan dahi atau tanda-tanda bosan, seperti melihat ke arah lain) serta pancing perasaan bayi Anda – “Oh, kamu nggak suka bunyi itu, ya!” – sehingga ia tahu bahwa Anda selalu ada di sisinya plus memahaminya.

Watak

Perhatikan: Apakah si kecil bangun dengan senyuman dan menyengir sepanjang hari? Ataukah ia cenderung memulai hari dengan kerutan di dahi, rengekan, atau ratapan?

Cara menghadapi: Apa sih yang tidak Anda sukai dari bayi periang? Anda bisa menjalin kelekatan dengannya (bonding) hanya dengan bersenang-senang: menyanyikan lagu-lagu, saling membuat mimik konyol, serta bermain.

Jangan menyalahkan diri sendiri jika bayi Anda lebih sering mengerutkan dahi ketimbang cengar-cengir – dan ini tidak berarti ia tidak menyayangi Anda. Lakukan yang terbaik untuk memastikan bahwa ia merasa nyaman, serta limpahi dengan senyuman dan kasih sayang untuk membantunya lebih optimis dalam memandang dunia. Begitu ia bertambah besar, kebiasaan merengeknya akan berkurang. Rahasia membuat anak-anak tipe ini bahagia adalah membiarkan mereka menjadi dirinya sendiri!

Konsentrasi

Perhatikan: Bisakah Anda cepat menenangkan bayi dengan cara mengubah pemandangan yang dilihatnya atau memberinya mainan baru? Atau Anda kesulitan menenangkannya bila ia tidak mendapat apa yang benar-benar diinginkannya?

Cara menghadapi: Susah-susah gampang untuk menjauhkan bayi yang konsentrasinya mudah terusik dari masalah atau mencegah ledakan amarahnya. Singkirkan ia dari stop kontak dan ia langsung melupakannya. Beberapa hal bisa pula mengalihkan perhatiannya dengan cara yang negatif, seperti ruangan yang berisik bisa mengganggu acara makannya. Jadi, minimalisir rangsangan seperti ini.

Kalau anak lebih fokus, mungkin ia tak menyadari bisingnya mesin mobil ketika siap-siap tidur siang. Anda harus selalu siap untuk bertindak cepat – dengan memberinya mainan atau dot ekstra – ketika ia mulai sebal.

Ketekunan

Perhatikan: Apakah bayi Anda tidak mudah menyerah saat mencoba meraih mainan? Ataukah ia menangis ketika tidak bisa memainkan mainannya?

Cara menghadapi: Biarkan bayi yang tekun membawa mainannya ke baby tafel. Buat ia tetap asyik dengan cara menaikkan tingkat kesulitan permainan. Misalnya, memperkenalkan bentuk balok yang bervariasi ketika memasukkan gelang plastik tidak lagi menantangnya.

Jika si kecil tidak terlalu tekun, jangan langsung memberinya mainan untuk anak di atas usianya. Juga, kalau Anda harus menyelesaikan banyak hal, siapkan seabrek aktivitas sehingga anak tetap asyik melakukan sesuatu.

Kepekaan

Perhatikan: Apakah si kecil langsung rewel karena terganggu sedikit saja: terlalu berisik atau popoknya basah? Atau ia jarang bereaksi terhadap perubahan di sekitarnya maupun rutinitasnya?

Cara menghadapi: Jaga lingkungan sekitar tetap tenang bila bayi agak sensitif: cahaya redup, musik lembut, dan tidak banyak orang di dekatnya. Bicaralah padanya dengan suara lembut, dan hindari aktivitas berlebihan sebelum waktu tidur atau ia akan sulit menenangkan dirinya.

Kalau bayi lebih ‘berkulit badak,’ pastikan popoknya bersih dan ia merasa nyaman. Bayi-bayi sini mungkin tidak akan bereaksi terhadap rasa sakit. Ketika sakit, ia tidak rewel dan marah, namun menjadi sangat lemah dan lesu.

Kunci utama: terimalah anak apa adanya serta bantulah beradaptasi dengan dunia sekitar. Lalu, persepsi dan reaksi Anda terhadap sifat dan perilakunyalah yang akan membentuknya menjadi anak yang happy dan memiliki emosi yang stabil. Kelekatan antara ibu dan anak memang membuat Anda ingin terus menyusui dan melindungi si kecil. Namun, kasih sayang yang kuat sesungguhnya terbentuk saat Anda saling mengenal dan memahami, serta sama-sama merasa nyaman.

Sumber : http://www.parenting.co.id/article/bayi/kenali.pribadi.anak/001/002/133

 
Leave a comment

Posted by on March 18, 2012 in Artikel

 

Pakai Bedak Atau Tidak ?

Setelah kelahiran anak kedua, maka peran saya sebagai ibu bertambah. Mengurus bayi baru lagi ! Repot, tapi menyenangkan.Seperti kebanyakan bayi yang suka berkeringat karena udara panas dan saat menyusu (anak saya selalu berkeringat setiap kali menyusu ASI) maka tubuhnya timbul biang keringat. Dulu pada anak saya yang pertama, saya menggunakan bedak untuk menjaga agar tubuhnya tetap kering untuk mencegah biang keringat. Tetapi ternyata  bedak justru menimbulkan kotoran baru (daki) yang memicu lebih banyak gatal dan merah.

Sekarang, saya tidak lagi menggunakan bedak. Saya cukup memandikan Si Ade dua kali sehari, pagi dan sore agar tetap segar. Memastikan tubuhnya betul-betul kering dengan mengeringkannya dengan handuk. Untuk gatal dan merah akibat biang keringat di lipatan-lipatan tubuhnya, saya cukup mengoleskan minyak kelapa murni. Cara ini ternyata sangat efektif karena minyak kelapa tidak menimbulkan kotoran baru. Bagi yang tidak menyukai minyak kelapa, bisa menggunakan baby oil sepanjang tidak menimbulkan alergi pada kulit bayi. Bayi senang, mama bahagia. Selamat mencoba !

 

 
4 Comments

Posted by on January 14, 2012 in HIdup Sehat

 

Tags: , , , ,

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.